19 April 2014

Jan Koum




 Jan Koum adalah  CEO dan pendiri WhatsApp bersama Brian Acton. Jan Koum lahir 24 Februari 1976 di Kiev, Ukraina. Dia anak tunggal dari seorang manajer konstruksi dan seorang ibu rumah tangga. Sebelumnya Jan Koum masih tinggal bersama kedua orang tuanya di Kiev, Ukraina, kemudian tahun 1992 pada saat umur 16 tahun, dia pindah bersama ibu dan neneknya ke Mountain View, California, Amerika dan ayahnya tetap tinggal di Ukraina. Sejak tinggal di Amerika, mereka hidup dengan program  bantuan sosial pemerintah dan mendapatkan tempat tinggal di sebuah apartemen kecil dan untuk mengisi perutnya di juga harus mengantri untuk mendapatkan jatah makan di California. Tidak hanya dengan bantuan pemerintah saja mereka hidup, tetapi dia dan ibunya bekerja. Awalnya ibunya bekerja sebagai pengasuh bayi sedangkan Koum sendiri bekerja sebagai pembersih di sebuah toko kelontong. Pada saat umur 18 tahun, Koum mulai tertarik dengan program dan di SMA Koum lebih suka belajar programming secara autodidak lewat buku bekas yang dia beli, dia belajar komputer jaringan. Koum hampir tidak lulus dari sebuah SMA di Mission Viejo, California.
Kemudian melanjutkan pendidikannya di San Jose State University sambil bekerja sebagai penguji keamanan di Ernst & Young. Ia pernah menjadi bagian dari grup peretas w00w00, dan bertemu orang-orang yang mendirikan yaitu Napster, Shawn Fanning dan Jordan Ritter.Karena keahlian dan kemampuan Jan Koum sebagai programer, akhirnya dengan perjuanganya yang sangat gigih tersebut, Jan Koum diterima bekerja sebagai engineer di Yahoo. Pada 1997,Koum mendaftar kerja di Yahoo dan diterima sebagai Infrastructure Engineer.
Padahal saat itu Koum masih kuliah. Baru dua pekan kerja di Yahoo, Koum lalu memutuskan berhenti kuliah. Tiga tahun kemudian, ibunya meninggal dan Koum sebatang kara. Ia bekerja di sana selama 10 tahun. Di tempat itu pula, ia berteman akrab dengan Brian Acton.Pada tahun 2009 keduanya membuat aplikasi WhatsApp, setelah resign dari Yahoo!. Keduanya sempat melamar ke Facebook yang tengah menanjak popularitasnya saat itu, namun diitolak. Facebook mungkin kini sangat menyesal pernah menolak lamaran mereka.Setelah WhatsApp merupakan aplikasi pesan bergerak resmi dibeli Facebook  Inc. pada Februari 2014 dengan nilai $19 miliar. Saat ini Koum memegang 45% saham WhatsApp dengan nilai mendekati US$7 miliar. Setelah itu Jan Koum melakukan ritual yang mengharukan. Jan Koum datang ke tempat dimana dirinya dulu setiap pagi antri untuk mendapatkan jatah makan saat ia masih remaja miskin berusia 17 tahun. Sambil mengenang masa-masa sulit hidupnya kala itu, Jan Koum menyandarkan kepalanya ke dinding tempat ia dulu antri hanya untuk mendapatkan makanan.Jan Koum mengenang saat itu yang bahkan untuk makan saja ia tidak punya uang.Saat mengenang masa-masa sulit itu, tak terasa air mata Jan Koum mengalir deras dalam kelopak matanya. Jan Koum, Pemuda yang teramat sangat miskin dahulunya ini tidak pernah menyangka perusahaannya dibeli dengan harga Rp 209 triliun.Ritual Jan Koum tidak berhenti sampai situ saja, Jan Koum yang dikenal sebagai seorang yang sangat berbakti dan mencintai Ibunya itu lalu mengenang Ibunya yang sangat dicintainya yang sudah meninggal karena serangan kanker.Ibunya yang rela menjahit baju buat dia demi menghemat. “Tak ada uang, Nak…”. Jan Koum pun sangat menyesal dan terpukul karena kesuksesanya hari ini yang dia perjuangkan dahulu bersama Ibunya ternyata hanya ia nikmati sendiri dan tak pernah bisa mengabarkan berita bahagia ini kepada ibunya yang telah lebih dahulu meninggal. Ia tidak pernah menyangka perusahaannya dibeli dengan nilai setinggi itu. Sumber :


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar